© jkj,gwww.stta.ac.id 2020

Detail Skripsi
ANALISIS PENGEMBANGAN RUNWAY DAN FASILITAS ALAT BANTU PENDARATAN DI BANDAR UDARA DEPATI AMIR BANGKA
Penulis
ANNA HARTATI DAMAR UTAMI
Pembimbing : Drs. C. Suhardiwarno, M.Si - Karseno KS, INZ, SE., MM

ABSTRAK :
Mengingat kondisi Bandar Udara Depati Amir Bangka saat ini kurang representatif dalam urusan penumpang dan barang. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melalui Dinas Perhubungan merencanakan akan melakukan pengembangan secara bertahap. Hal ini dikarenakan agar Bandar Udara Depati Amir Bangka dapat didarati oleh pesawat Boeing 737 series. Serta pengadaan fasilitas alat bantu pendaratan agar dalam proses pendaratan keselamatannya lebih terjamin. Perkembangan jumlah penumpang selama kurun waktu tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 di Bandar Udara Depati Amir Bangka mengalami peningkatan di tiap tahunnya. Panjang runway yang direncanakan 2250 m memiliki effective length 1937. pesawat rencana yang akan dilayani adalah Boeing 737 – 400 dengan effective length 2222 m maka panjang landasan yang dibutuhkan 2582 m. Serta fasilitas alat bantu pendaratan yang dimiliki oleh Bandar Udara Depati Amir Bangka. Perkembangan lalu lintas angkutan udara di Bandar Udara Depati Amir Bangka mengalami peningkatan tiap tahunnya, sehingga perlu dilakukan pengembangan runway. Dalam pengembangan runway 2250 m tidak dapat melayani pesawat yang direncanakan yaitu Boeing 737 – 400 dengan Maximum Takeoff Weight ( MTOW ) maksimum. Untuk fasilitas alat bantu pendaratan seperti marka, approach lighting, windsock, threshold lighting, runway end indentification lighting, runway edge light, precission approach path indicator. Alat bantu pendaratan yang dimiliki oleh Bandara Depati Amir Bangka masih memerlukan peningkatan. Kata Kunci : Runway, Fasilitas Alat Bantu Pendaratan, Representatif.


Tulisan Lengkap dapat Dibaca di Ruang Tesis/Disertasi
Penulis : ANNA HARTATI DAMAR UTAMI
NIM : 07050027
Foto :
File : [ Baca file skripsi ]
   

E-LibSTTA

Sistem Informasi Perpustakaan STTA Yogyakarta

© E-LibSTTA 2020